Konselink

Tentang Konselink

Guru BK menghabiskan terlalu banyak waktu pada berkas, dan terlalu sedikit pada anaknya.

Seorang Guru BK kerap memegang ratusan murid sekaligus. Ia diminta mengenali satu per satu, mencatat setiap pertemuan, dan menyusun laporan yang rapi — sambil mengajar, mengisi presensi, dan menghadiri rapat. Konselink dibuat untuk memangkas bagian yang seharusnya tidak perlu dikerjakan manusia, supaya sisa waktunya kembali ke pekerjaan yang memang hanya bisa dilakukan manusia.

Yang dihadapi setiap hari

Catatan tersebar di mana-mana

Buku agenda di laci, rekap kehadiran di Excel, notula konseling di buku tulis, hasil asesmen di lembar fotokopi. Saat wali kelas menanyakan satu anak, jawabannya harus dirakit dari empat tempat berbeda.

Laporan disusun dari nol tiap kali diminta

Rekap kehadiran per periode, rapor bimbingan, laporan pengawas — semuanya diketik ulang meski datanya sudah ada. Yang memakan waktu bukan layanannya, melainkan menyalinnya.

Kerahasiaan yang sulit dijaga

Catatan konseling adalah dokumen paling sensitif di sekolah, tetapi ia tersimpan di berkas bersama yang bisa dibuka siapa saja yang punya akses ke folder itu.

Murid sungkan datang lebih dulu

Banyak anak butuh bicara tetapi tidak tahu harus mulai dari mana, dan mengetuk pintu ruang BK di depan teman-temannya bukan langkah yang mudah diambil.

Yang Konselink kerjakan

Satu tempat untuk seluruh layanan

Agenda harian, data murid, presensi, catatan kasus, poin kedisiplinan, notula konseling, dan hasil asesmen berada di ruang kerja yang sama — saling terhubung, bukan sekadar berdampingan.

Laporan yang tinggal dicetak

Rekap kehadiran per periode maupun rentang tanggal, rapor bimbingan per murid atau sekelas, lengkap dengan kop surat sekolah dan blok tanda tangan kepala sekolah.

Kerahasiaan sebagai aturan, bukan kebiasaan

Batas privasinya adalah gurunya, bukan sekolahnya: dua Guru BK di satu sekolah tidak dapat melihat bimbingan satu sama lain. Aturan itu ditegakkan sistem, bukan diserahkan pada kesepakatan.

Pintu masuk yang tidak menakutkan

Murid mengajukan jadwal konseling dari ponselnya sendiri dan mengerjakan asesmen tanpa perlu antre di depan ruang BK. Orang tua memantau perkembangan anaknya tanpa harus menunggu pembagian rapor.

Ke mana kami menuju

01

Data yang tumbuh bersama anaknya

Riwayat bimbingan seorang murid seharusnya tidak berhenti saat ia naik kelas atau berganti pembimbing. Arsip serah-terima antar Guru BK adalah langkah pertama; tujuannya satu berkas yang utuh sejak kelas VII sampai lulus.

02

Bukti untuk keputusan sekolah

Angka kehadiran, sebaran kasus, dan hasil asesmen satu angkatan seharusnya bisa menjawab pertanyaan yang lebih besar — kelas mana yang perlu perhatian, program apa yang berhasil, dan ke mana anggaran pembinaan sebaiknya diarahkan.

03

Terjangkau bagi sekolah mana pun

Sebagian besar Guru BK di Indonesia bekerja tanpa anggaran software. Karena itu paket gratisnya bukan versi percobaan yang terbatas: mengabsen, mencatat, dan membimbing tetap bisa dilakukan tanpa membayar sepeser pun.

Mulai dari kelas Anda sendiri

Buat akun Guru BK, pilih sekolah, susun daftar kelas — dan mulai mencatat hari ini juga. Tanpa biaya untuk memulai.